Gas Efek Rumah Kaca

April 29, 2011 at 10:05 PM Leave a comment

Tentunya kita sudah sangat akrab dengan efek rumah kaca. Efek rumah kaca adalah kondisi dimana radiasi energi matahari masuk ke Bumi, dan ketika akan keluar, dipantulkan oleh gas pembuat efek rumah kaca di atmosfir untuk masuk kembali ke Bumi. Akibat dari efek rumah kaca ini adalah memanasnya suhu di Bumi, yang kemudian kita kenal sebagai global warming. Isu ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun global warming sendiri  baru sekian tahun ini ramai dibicarakan.Ada baiknya jika kita mengenal gas – gas yang mendukung terjadinya efek rumah kaca dan sebisa mungkin kita mengurangi emisi gas tersebut.

1. Gas Karbon Dioksida. Rumus Kimia dari gas ini adalah CO2. Gas ini merupakan gas yang paling banyak berada di atmosfir Bumi. Gas ini dapat bertahan di atmosfir dalam jangka waktu tertentu. Sumber dari emisi gas ini adalah dari kendaraan bermotor, dari asap pabrik dan dari polutan udara lainnya.

2. Gas Metana. Rumus Kimia dari gas ini adalah CH4. Gas ini merupakan salah satu  faktor utama pada gas efek rumah kaca. Gas ini dapat bertahan di atmosfir selama 12 tahun. Sumber dari emisi gas ini adalah dari tempat permbuangan dan juga sebagai efek samping agrikultur. Gas metana dapat menyerap panas hingga 21x lebih banyak daripada gas karbon dioksida.

3. Gas Dinitrogen Monoksida. Rumus Kimia dari gas ini adalah N2O. Gas ini juga salah satu faktor utama pada gas efek rumah kaca. Gas ini dapat  bertahan di atmosfir selama 120 tahun. Sumber dari emisi gas ini adalah dari pupuk dan pembakaran industri. Gas ini dapat menyerap panas hingga 310x lebih banyak daripada gas karbon dioksida.

4. Gas ChloroFluoroCarbon (CFC-12). Rumus Kimia dari gas ini adalah CCl2F2. Gas ini merupakan salah satu gas yang memiliki konsentrasi di atmosfir yang masih sangat kecil. Gas ini dapat bertahan di atmosfir selama 102 tahun. Sumber dari emisi gas ini adalah dari cairan pendingin dan juga dari semprotan rambut maupun parfum. Gas CFC dapat menyerap panas hingga 6200 – 7100x lebih banyak daripada gas karbon dioksida.

5. Gas HydroChloroFluoroCarbon (HCFC-22). Rumus Kimia dari gas ini adalah CHClF2. Gas ini juga salah satu gas yang memiliki konsentrasi di atmosfir yang masih sangat kecil. Gas ini dapat bertahan di atmosfir selama 12.1 tahun. Sumber dari emisi gas ini adalah dari cairan pendingin. Gas ini dapat menyerap panas hingga 1300 – 1400x lebih banyak daripada gas karbon dioksida.

6. Gas Perfluorometana. Rumus Kimia dari gas ini adalah CF4. Gas ini merupakan bagian dari gas Perfluorocarbon (PFC). Gas ini dapat bertahan di atmosfir selama 50000 tahun. Sumber dari emisi gas ini adalah dari produksi aluminium. Gas perfluorometana dapat menyerap panas hingga 6700x lebih banyak daripada gas karbon dioksida.

7. Gas Perfluoroetana. Rumus Kimia dari gas ini adalah C2F6. Gas ini juga bagian dari gas Perfluorocarbon (PFC). Gas ini dapat bertahan di atmosfir selama 10000 tahun. Sumber dari emisi gas ini adalah dari produksi aluminium. Gas ini dapat menyerap panas hingga 11900x lebih banyak daripada gas karbon dioksida.

8. Gas Sulfur Hexafluorida. Rumus Kimia dari gas ini adalah SF6. Gas ini merupakan salah satu gas yang menyerap panas dalam jumlah yang sangat besar. Gas ini dapat bertahan di atmosfir selama 3200 tahun. Sumber dari emisi gas ini adalah dari cairan dielektrik. Gas ini dapat menyerap panas hingga 23900x lebih banyak daripada gas karbon dioksida.

Sebenarnya, masih ada banyak lagi gas efek rumah kaca seperti HydroFluoroCarbon (HFC). Namun, yang sangat membahayakan bagi kita adalah 3 gas teratas yang sudah dijelaskan. Yang membuat kita khawatir bukanlah seberapa panas yang mampu diserap oleh gas tersebut, namun tingginya konsentrasi gas tersebut di atmosfir kita. Apalagi menurut data statistik ditemukan bahwa Indonesia adalah negara tertinggi ketiga dalam menyumbangkan gas efek rumah kaca ini. Jika kita sudah paham bahwa gas – gas ini akan melubangkan ozon (O3) dan dapat menyebabkan kanker kulit pada manusia akibat lubangnya ozon tersebut, ada baiknya jika kita mulai mengurangi emisi gas – gas diatas. Mari kita kurangi emisi gas efek rumah kaca.

referensi: http://www.eoearth.org/article/Greenhouse_gas?topic=49554, http://www.global-greenhouse-warming.com/greenhouse-gas.html

Entry filed under: News. Tags: , , , , , , .

Mengemudi Secara Ramah Lingkungan 5R

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Banner

Posts

April 2011
M T W T F S S
    May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Author

View Stats

  • 15,221 views

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: